-Kasih-Ayah-dan-Ibu-8794-62581-1-product.jpg) |
| lihat lah betapa bahagianya mereka saat kita dilahirkan kedunia ini |
ya, teman-teman semua aku mau berbagi sedikit kisah nyata yang dapat dijadikan renungan untuk kita semuanya (aamiin).
Pada masa lalu. aku adalah anak pertama dari kedua orang tua ku , aku lahir dengan selamat tanpa ada kekurangan fisik apapun (alhamdulillah). ya sebagai anak pertama yang dimiliki oleh kedua orang tua ku , aku sangatlah aneh . dari kecil aku pendiam dan suka menyendiri , tak banyak ngomong, tak banyak meminta dan hanya diam. perilakuku ini semakin terlihat aneh saat aku memasuki wilayah sekolahan . aku begitu pendiam (memang aku pendiam) tak seperti anak-anak biasanya seumuran ku ... waktu masuk TK aku hanya datang dan duduk lalu pulang, tak ada kata yang
keluar dari mulut ku, tak ada sapaan untuk guru ,untuk teman, tertawa, bercanda, bermain "tak ada sungguh tak ada" ... ya, memang dari kecil aku selalu merasa sendiri , lingkungan yang ku tempati terasa asing bagi ku , aku merasa tak mengenalnya , akau harusnya takdisini (kata-kata dari batin ku). entahlah, aku sendiri pun tak tahu kenapa perasaan itu muncul dalam diri ku, perasaan sepi walau aku selalu dalam keramaian tapi aku tak menikmatinya.
Orang tua ku waktu itu menanggapiku dengan senang aja, karena melihat perilakuku yang pendiam dan tak rewel membuat mereka tenang untuk bekerja,. ya , waktu itu orang tua ku baru berusaha mencari penghidupan ,baru perintisan .makanya masa kecilku lebih banyak kulewati sendiri bersama nenek dari ibu.
waktu kecil ku hanya ku habiskan untuk merenung dan sedikit sekali aku bermain dengan teman sebaya ku. rasanya waktu itu ada penolakan yang begitu besar dalam hati ku yang ku pendam dalam-dalam. entah datang dari mana penolakan itu. aku menghayal" apakah mungkin aku ada dikeluarga ini? kenapa? kenapa aku tidak dilahirkan sebagai anak presiden? kenapa? , ehmmm.. bukanya aku harusnya ada di syurga? hm...," kuhirup aroma pagi dan ku dekati cahaya pagi yang masuk melalui celah-celah dinding rumah ku yang terbuat dari kayu"cahaya ,,, cahaya ,, bawa aku kesyurga" memasangkan wajah agar terkena cahaya pagi yg penuh dengan debu. "alangkah indahnya jika aku tak disini , alangkah indahnya jika aku berada ditempat-tempat yang indah" aku selalu saja melamun.
Waktu pun semakin maju dan aku beranjak remaja . saat -saat SD ku yang ditinggal oleh orang tua ku merantau, dan saat -sat itulah aku mulai menerima mereka dan amat merindukanya , aku begitu merindukan mereka, aku iri dengan teman-teman ku yang kemana-mana dengan orang tuanya, aku iri dengan teman-teman ku yang selalu membanggakan kedua orang tuanya, aku iri dengan teman-teman yang selalu membanggakan hadiah ulang tahun dari kedua orang tuanya( waktu itu ekonomi orang tua ku minin ). aku....aku selalu saja menanti kedatangan mereka , disetiap mimpi ku aku..aku memimpikan bapak-mamak pulang menjenyukku dirumah nenek,,,disetiap pulang sekolah selalu saja aku dengar seaua mereka memanggilku dari kejauhan,,, tapi...tapi... tapi itu hanya angin saja ( mungkinkah itu benar ayah -ibu ku yang memanggilku dari jauh). setiap ada bisikan itu, aku selalu berlari saat pulang sekolah, mungkin orang tua ku sedah datang , aku sudah rindu! aku harus cepat ketemu dengan mereka, b tapi aku selalu kecewa setiap aku memasuki rumah nenek , tak ada yang ku dapati rumah masik kosong(nenek-kakek masih di sawah) .. aku pun mulai menanggis ,,.. menangis dalam batin dan muliai ku usap air mata ku ini "ya Allah dimana bapak-mamakku?, aku ingin ketemu." . saat sore tiba aku harus berangkat ke sekolah madarasah(sekolah khusus untuk mengaji). dalam benakku saat aku berangkat "mudahan bapak dan mamak datang nanti waktu aku pulang". didalam kelas aku hanya mendengarkan bu hajah mengajar dan tak pernah bertanya jangankan bertanya berbicara dengan teman sebangku saja amat sangat jarang. saat istirahat aku hanya duduk2 melihat teman2ku bermain( aku mengucilkan diri)dan aku hanya tertarik dengan makanan tapi ... uangku tak cukup untuk membeli makanan yang aku mau ( aku menanggis kembali dalam hati " andai ada bapak dan mamak ku disini pastilah aku bisa membeli makanna itu") . ah.. nenang saja intan( hati ku membujuk) bentar lagi orang tua mu pasti datang mejengukmu. tapi seperti biasa,, ya seperti biasa pengharapan ku hilang entah tertelan apa, sepanjang hari aku berharap. sepanjang hari aku hanya bisa meng awang2 wajah orang tua ku.
Dan akhirnya aku mulai biasa dalam keadaan ku sampai aku lulus SD dari sejak aku kecil amat jarang ku temui kedu orang tua ku, amat jarang kurasakan keindahan kebersamaan bersama-sama dengan mereka . dan saat kelulusan ku aku mulai mengambek dengan kedua orang tua ku "nama ku untuk ujian kelulusanku belum ada , aku harus menunjukkan akhta kelahiranku" tapi akhta ku dibawa oleh orang tua ku ," bagai mana ini?" aku mulai kebingunggan dan membuat kakek ku hanya memberikan rapot untuk di jiplak namanya( waktu itupun aku belum hafal nama lengkap ku dan tak tau apa arti namaku).aku hanya diam tak mengerti dan acuh. tak berselang lama bapakku datang,...(hore.. betapa senangnya aku) tapi itu hanya sebentar, hanya menjelaskan kepada guru2ku tentang nama asli ku (waktu itu ayah ku sedah berada di kalimantan) dan tak lama bapak ku bersama ku mungkin cuma 2 hari ayah ku sudah pergi( betapa bapak ngak tau aku amaaaaaaat merindukannya?) tapi aku tanpa ekspresi , aku yang terlihat dari iar hanya diam dan tak bersuara tak menunjukkan sama sekali kalau aku amaaat merindukannya, aku yang tak bisa berekspresi ,hanya tangis dalam hati yang tak bisa mengeluarkan air mata.
Saat memasuki lebaran(saat pesantren kilat) ya,,, teman-teman mengenakan pakaian yang indah pembelian orang tua mereka dan disini aku? aku hanya dibelikan oleh nenekku yang sudah tua dan tak tau trend, jilbab yang indah mereka sedangkan aku hanya jilbab kumal den dekil ramput mereka yang wangi sedangkan aku hanya berlumurkan minyak jelantah(bekas minya goreng dari nenek ku). aku dengan segala kekuranganku melewati hari-hari ku dengan biasa tanpa ada impian. bahkan saat 4 hari menuju lebaran aku mendapatkan hadiah kerudung dari guru ku, mereka bilang" ini untuk mu nak, karena ibumu tidak ada disini yang sabar ya nak". bukan cuma itu , saat ada perayaan R.A Kartini semua teman-teman perempuan ku berdandan amat cantik tapi aku? aku hanya didandani oleh nenekku (dandanan jaman penjajah) dan mengenakan pakaian milik nenekku dulu. aku tetap menerima dengan senang hati tapi tetap tanpa ekspresi.